Kamis, 18 Desember 2014

Property Taman Bukit Sari Balikpapan Promo Akhir Tahun

TAMAN BUKIT SARI adalah Hunian asri ,dilokasi strategis dan kawasan berkembang. Yang memberikan kemudahan bagi siapa saja yang menghuninya adalah pilihan yang bijak bagi Anda sekeluarga.
Cocok untuk Investasi masa depan untuk keluarga.
Product kami,,Berupa tanah kavlingan , rumah dan bangunan.










Untuk persyaratan :
1. FC. KTP & KK masing2 5 lbr
2. FC.Surat Nikah (bagi yang sudah nikah) 2lbr
3. Foto 3x4 2lbr
4. Slip Gaji 3bln terakhir
5. FC.NPWP


Kantor Pemasaran :
PT.VILLA INTRA PERSADA
Jl.Martadinata No.69 RT.32 Balikpapan
Marketing :
Tya
No.Hp 0821 5711 5358
Pin BB 20C78D22

Rabu, 05 November 2014

Fakta Ilmiah Mengejutkan tentang Relasi Uang dan Kebahagiaan

Fakta Ilmiah Mengejutkan tentang Relasi Uang dan Kebahagiaan



Money can’t buy happiness. Begitu sebuah kata mutiara pernah terdengar. Apakah memang demikian adanya?


Tulisan kali mencoba menjelajah hasil studi saintifik yang mengulik
relasi rumit antara uang dan kebahagiaan. Dan seperti yang sebentar lagi
akan kita baca, hasilnya menyodorkan jawaban yang mengejutkan.


Kebahagiaan adalah sebuah tema penting dalam hidup. Uang juga
merupakan elemen krusial dalam kehidupan. Maka mari di pagi yang cerah
ini kita telusuri dua tema penting ini : uang dan kebahagiaan.


Studi empirik yang mencoba melacak korelasi uang dan kebahagiaan
sejatinya telah banyak dilakukan. Salah satunya yang terkenal, dilakukan
oleh Daniel Kahneman, pakar ilmu “financial psychology” yang juga
pemenang nobel ekonomi 2002.


Dalam risetnya itu ia menemukan fakta yang dikenal dengan istilah : income threshold. Inilah titik batas income yang akan menentukan apakah uang masih berdampak pada kebahagiaan atau tidak.


Sebelum income menembus titik threshold itu, maka uang punya peran
signifikan dalam menentukan kebahagiaan. Namun begitu income sudah
menembus batas threshold itu, maka uang tidak lagi punya makna dalam
menentukan kebahagiaan.


Lalu berapa titik income threshold itu? Dalam kajiannya yang
melibatkan ribuan responden di USA, angka batas income itu adalah USD
6000 per bulan.


(Dengan mempertimbangkan perbedaan biaya hidup, mungkin angka USD
6000 itu ekivalen dengan angka Rp 15 – 20 juta per bulan, jika diubah
dalam konteks Indonesia).


Penelitinya menulis : sebelum income menembus angka USD 6000 per
bulan, uang punya peran besar dalam menentukan level kebahagiaan
seseorang. Faktanya, beragam studi lain menyebut bahwa kondisi finansial
yang terbatas merupakan salah satu pemicu utama stress dan depresi.


Namun, begitu income responden melampaui USD 6000, maka peran uang
dalam membentuk kebahagiaan makin pudar dan pelan-pelan lenyap.


Artinya, orang dengan income USD 6500 misalnya akan memiliki level
kebahagiaan yang tidak berbeda dengan orang dengan income USD 60.000 per
bulan atau bahkan USD 6 juta per bulan.


Dalam konteks itulah benar jika ada yang menyebut : semakin kaya Anda, belum tentu makin bahagia. Studi Kahneman menegaskan : makin tinggi income Anda, ternyata justru makin menurunkan peran variabel uang dalam menentukan kebahagiaan.


Pertanyaannya : kenapa makin tinggi income seseorang, ternyata makin menurunkan peran uang dalam membentuk kebahagiaan?


Kajian-kajian dalam ilmu financial psychology menemukan jawabannya, yang kemudian dikenal dengan nama “hedonic treadmill”.


Gampangnya hedonic treadmill ini adalah seperti ini : saat gajimu 5
juta, semuanya habis. Saat gajimu naik 30 juta per bulan, eh semua habis
juga.


Kenapa begitu? Karena ekspektasi dan gaya hidupmu pasti ikut naik, sejalan dengan kenaikan penghasilanmu.


Dengan kata lain, nafsmu untuk membeli materi/barang mewah akan terus
meningkat sejalan dengan peningkatan income-me. Itulah kenapa disebut
hedonic treadmill : seperti berjalan diatas treadmill, kebahagiaanmu
tidak maju-maju. Sebab nafsu-mu akan materi tidak akan pernah
terpuaskan.


Saat income 10 juta/bulan, naik Avanza. Saat income 50 juta/bulan
naik Alphard. Ini mungkin salah satu contoh sempurna tentang jebakan
hedonic treadmill.


Hedonic treadmill membuat ekspektasimu akan materi terus meningkat.
Itulah kenapa kebahagiaanmu stagnan, meski income makin tinggi. Sebab
harapanmu akan penguasaan materi juga terus meningkat sejalan kenaikan
income-mu.


Ada eksperimen menarik : seorang pemenang undian berhadiah senilai Rp
5 milyar dilacak kebahagiaannya 6 bulan setelah ia mendapat hadiah.


Apa yang terjadi ? Enam bulan setelah menang hadiah 5 milyar, level
kebahagaiaan orang itu SAMA dengan sebelum ia menang undian berhadiah.


Itulah efek hedonic treadmill : karena nafsumu terus meningkat,
kebahagiaanmu seolah berjalan di tempat, meski income melompat 10 kali
lipat. Atau bahkan dapat hadiah 5 milyar.


Jadi apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan
hedonic treadmill? Lolos dari jebakan nafsu materi yang tidak pernah
berhenti?


Disinilah relevan untuk terus mempraktekan gaya hidup yang minimalis
yang bersahaja : sekeping gaya hidup yang tidak silau dengan gemerlap
kemewahan materi.


Prinsip hedonic treadmill adalah : more is better.
Makin banyak materi yang kamu miliki makin bagus. Jebakan nafsu yang
terus membuai. Makin banyak mobil yang kamu miliki, makin bagus. Makin
banyak properti yang kamu beli makin tajir. Godaan nafsu kemewahan yang
terus berkibar-kibar.


Gaya hidup minimalis punya prinsip yang berkebalikan : less is more.
Makin sedikit kemewahan materi yang kamu miliki, makin indah dunia ini.
Gaya hidup minimalis yang bersahaja punya prinsip : hidup akan lebih
bermakna jika kita hidup secukupnya. When enough is enough.


Prinsip hidup bersahaja, yang tidak silau dengan kemewahan materi, mungkin justru akan membawa kita pada kebahagiaan hakiki.


Sebab pada akhirnya, bahagia itu sederhana : misal masih bisa menikmati secangkir kopi hangat di Senin pagi


- See more at:
http://strategimanajemen.net/2014/11/03/fakta-ilmiah-mengejutkan-tentang-relasi-uang-dan-kebahagiaan/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+strategimanajemen+%28www.strategimanajemen.net%29#sthash.axMVJxOi.dpuf


Money can’t buy happiness. Begitu sebuah kata mutiara pernah terdengar. Apakah memang demikian adanya?


Tulisan kali mencoba menjelajah hasil studi saintifik yang mengulik
relasi rumit antara uang dan kebahagiaan. Dan seperti yang sebentar lagi
akan kita baca, hasilnya menyodorkan jawaban yang mengejutkan.


Kebahagiaan adalah sebuah tema penting dalam hidup. Uang juga
merupakan elemen krusial dalam kehidupan. Maka mari di pagi yang cerah
ini kita telusuri dua tema penting ini : uang dan kebahagiaan.


Studi empirik yang mencoba melacak korelasi uang dan kebahagiaan
sejatinya telah banyak dilakukan. Salah satunya yang terkenal, dilakukan
oleh Daniel Kahneman, pakar ilmu “financial psychology” yang juga
pemenang nobel ekonomi 2002.


Dalam risetnya itu ia menemukan fakta yang dikenal dengan istilah : income threshold. Inilah titik batas income yang akan menentukan apakah uang masih berdampak pada kebahagiaan atau tidak.


Sebelum income menembus titik threshold itu, maka uang punya peran
signifikan dalam menentukan kebahagiaan. Namun begitu income sudah
menembus batas threshold itu, maka uang tidak lagi punya makna dalam
menentukan kebahagiaan.


Lalu berapa titik income threshold itu? Dalam kajiannya yang
melibatkan ribuan responden di USA, angka batas income itu adalah USD
6000 per bulan.


(Dengan mempertimbangkan perbedaan biaya hidup, mungkin angka USD
6000 itu ekivalen dengan angka Rp 15 – 20 juta per bulan, jika diubah
dalam konteks Indonesia).


Penelitinya menulis : sebelum income menembus angka USD 6000 per
bulan, uang punya peran besar dalam menentukan level kebahagiaan
seseorang. Faktanya, beragam studi lain menyebut bahwa kondisi finansial
yang terbatas merupakan salah satu pemicu utama stress dan depresi.


Namun, begitu income responden melampaui USD 6000, maka peran uang
dalam membentuk kebahagiaan makin pudar dan pelan-pelan lenyap.


Artinya, orang dengan income USD 6500 misalnya akan memiliki level
kebahagiaan yang tidak berbeda dengan orang dengan income USD 60.000 per
bulan atau bahkan USD 6 juta per bulan.


Dalam konteks itulah benar jika ada yang menyebut : semakin kaya Anda, belum tentu makin bahagia. Studi Kahneman menegaskan : makin tinggi income Anda, ternyata justru makin menurunkan peran variabel uang dalam menentukan kebahagiaan.


Pertanyaannya : kenapa makin tinggi income seseorang, ternyata makin menurunkan peran uang dalam membentuk kebahagiaan?


Kajian-kajian dalam ilmu financial psychology menemukan jawabannya, yang kemudian dikenal dengan nama “hedonic treadmill”.


Gampangnya hedonic treadmill ini adalah seperti ini : saat gajimu 5
juta, semuanya habis. Saat gajimu naik 30 juta per bulan, eh semua habis
juga.


Kenapa begitu? Karena ekspektasi dan gaya hidupmu pasti ikut naik, sejalan dengan kenaikan penghasilanmu.


Dengan kata lain, nafsmu untuk membeli materi/barang mewah akan terus
meningkat sejalan dengan peningkatan income-me. Itulah kenapa disebut
hedonic treadmill : seperti berjalan diatas treadmill, kebahagiaanmu
tidak maju-maju. Sebab nafsu-mu akan materi tidak akan pernah
terpuaskan.


Saat income 10 juta/bulan, naik Avanza. Saat income 50 juta/bulan
naik Alphard. Ini mungkin salah satu contoh sempurna tentang jebakan
hedonic treadmill.


Hedonic treadmill membuat ekspektasimu akan materi terus meningkat.
Itulah kenapa kebahagiaanmu stagnan, meski income makin tinggi. Sebab
harapanmu akan penguasaan materi juga terus meningkat sejalan kenaikan
income-mu.


Ada eksperimen menarik : seorang pemenang undian berhadiah senilai Rp
5 milyar dilacak kebahagiaannya 6 bulan setelah ia mendapat hadiah.


Apa yang terjadi ? Enam bulan setelah menang hadiah 5 milyar, level
kebahagaiaan orang itu SAMA dengan sebelum ia menang undian berhadiah.


Itulah efek hedonic treadmill : karena nafsumu terus meningkat,
kebahagiaanmu seolah berjalan di tempat, meski income melompat 10 kali
lipat. Atau bahkan dapat hadiah 5 milyar.


Jadi apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan
hedonic treadmill? Lolos dari jebakan nafsu materi yang tidak pernah
berhenti?


Disinilah relevan untuk terus mempraktekan gaya hidup yang minimalis
yang bersahaja : sekeping gaya hidup yang tidak silau dengan gemerlap
kemewahan materi.


Prinsip hedonic treadmill adalah : more is better.
Makin banyak materi yang kamu miliki makin bagus. Jebakan nafsu yang
terus membuai. Makin banyak mobil yang kamu miliki, makin bagus. Makin
banyak properti yang kamu beli makin tajir. Godaan nafsu kemewahan yang
terus berkibar-kibar.


Gaya hidup minimalis punya prinsip yang berkebalikan : less is more.
Makin sedikit kemewahan materi yang kamu miliki, makin indah dunia ini.
Gaya hidup minimalis yang bersahaja punya prinsip : hidup akan lebih
bermakna jika kita hidup secukupnya. When enough is enough.


Prinsip hidup bersahaja, yang tidak silau dengan kemewahan materi, mungkin justru akan membawa kita pada kebahagiaan hakiki.


Sebab pada akhirnya, bahagia itu sederhana : misal masih bisa menikmati secangkir kopi hangat di Senin pagi


- See more at:
http://strategimanajemen.net/2014/11/03/fakta-ilmiah-mengejutkan-tentang-relasi-uang-dan-kebahagiaan/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+strategimanajemen+%28www.strategimanajemen.net%29#sthash.axMVJxOi.dpuf

Kamis, 02 Oktober 2014

Parents: Single Parent,Takdir atau Pilihan?????

Parents: Single Parent,Takdir atau Pilihan?????: Single Parent,Takdir atau Pilihan????? Bagi kebanyakan perempuan menjadi Orang Tua Tunggal bukanlah pilihan; melainkan nasib yang memak...

Parents: Wanita “Single Parent”, Wanita yang Tangguh

Parents: Wanita “Single Parent”, Wanita yang Tangguh: Wanita “Single Parent”, Wanita yang Tangguh Semua wanita idealnya tak ada yang mau menjadi single parent. Karena hal itu bukanlah pilihan.
Fenomena "single parent" mulai lazim belakangan ini. Para orangtua tunggal adalah individu yang melakukan tugas ganda, baik sebagai ayah dan ibu. Namun hidup tanpa pasangan tidak harus membuat hidup menjadi kelam. Anda pun bisa menjadi orangtua tunggal yang mandiri.

Ambil Tugas Ayah. Peran ganda, sebagai ibu sekaligus ayah, atau sebagai ayah sekaligus  ibu pada single dad, memaksa seseorang untuk sendirian memikul tugas dua orang di pundaknya.
  • Tetap meluangkan waktu bermain dengan anak sepulang kerja.
  • Mencarikan teman bermain untuk anak saat merasa tidak sanggup atau  bermain ala lelaki.
  • Memilihkan permainan yang cocok dilakukan anak laki-laki dengan ibu, sehingga tetap ada waktu bermain bersama.
  • Tetap bekerja sama dengan mantan suami untuk mendidik anak.
  • Berusaha menjelaskan kondisi orangtua yang tidak lagi bersama, agar anak tidak bingung kenapa orangtuanya tidak tinggal bersama.
Masalah keuangan. Sekarang, segala keputusan yang menyangkut masalah keuangan, misalnya asuransi, tabungan, dan sebagainya, tidak lagi dapat berbagi dengan pasangan. Maka melakukan penghematan dan menurunkan standar hidup, mau tak mau harus dilakukan. Membeli mainan tak harus mahal, adalah sikap tepat karena mainan bukan kebutuhan primer. Dalam kondisi seperti ini, yang dibutuhkan selain psikolog adalah konsultan keuangan karena ia tetap harus memikirkan:
  • Tabungan pendidikan.
  • Asuransi kesehatan untuk mengcover pengeluaran biaya rumah sakit untuk diri sendiri dan anak.
  • Kemungkinan investasi melalui reksa dana.
Penerimaan Lingkungan. Tak bisa dipungkiri, masih ada sebagian orang menganggap hidup sendiri  ini sebagai ancaman bagi keharmonisan rumah tangga orang lain. Yang dibutuhkan adalah:
  • Teman untuk berbagi, seperti keluarga atau sahabat perempuan. Selain untuk berbagi, teman ini bisa membantu Ika menentukan sikap menghadapi pelecehan.  
  • Tidak menutup diri, hanya tinggal di rumah dan tidak mau bertatap muka dengan para tetangga. Hadapi mereka dan ikuti kegiatan-kegiatan di sekitar rumah. Dengan demikian para tetangga lebih bisa memahami sebagai single mom.  
Kebutuhan Seksual. Imej masyarakat yang menganggap para duda tidak bisa menahan hasrat seksualnya, membuat para duda cepat memutuskan untuk menikah. Padahal dorongan seksual bukan milik laki-laki semata. Sebetulnya tidaklah benar bila dikatakan hanya laki-laki saja yang tidak mampu menahan. Dorongan seksual yang ditahan bisa mengakibatkan:
  • Tubuh merasa tidak nyaman. Bahkan bagi pria, sperma harus setiap hari dibuang agar bisa kembali memroduksi sperma baru.
  • Kondisi emosi jadi tidak stabil, kemarahan bisa muncul dan peluang cukup besar untuk dilampiaskan kepada anak.
Untuk mengantisipasi:
  • Menyalurkan hasrat seksual tidak harus dengan kontak seksual. Lakukan  dengan cara lain seperti masturbasi.
  • Menonton film atau membaca majalah (triple X) bisa dijadikan sarana  untuk melampiaskan dorongan seksual.
  • Penuhi hari-hari Anda dengan aktivitas sehingga pikiran Anda tidak terobsesi memenuhi dorongan seksual.  
Menjadi yang Terbaik. Kesibukan mendera orangtua tunggal sehingga melupakan kebahagiaan untuk dirinya sendiri. Bahagiakan diri Anda, coba cara berikut:
  • Fokus pada apa yang dimiliki saat ini. Anak kini jadi pusat kehidupan Anda, karena hidup Anda sekarang hanya bersamanya. Jika anak melihat Anda murung, tidak nyaman atau tidak aman sendirian, ia akan merasakan hal yang sama. Nikmati hidup bersama anak, agar bisa merasakan kebahagiaan bersama.
  • Mengenal diri.  Hanya Anda yang tahu siapa diri Anda, seberapa kemampuan Anda, apa yang Anda inginkan saat ini. Tinggalkan segala pikiran negatif tentang kesendirian dan berlatihlah untuk merasa nyaman dengan diri sendiri. Lakukan apa yang bisa membuat Anda bahagia. Anda butuh me time!
  • Libatkan anak-anak. Anak perlu dilibatkan ketika peran orangtua hilang satu. Bukan untuk menggantikan ibu atau ayah yang baru. Misalnya dekat dengan paman, bibi atau kakek dan nenek untuk mengisi kekosongan salah satu peran orangtua.
  • Sadar bahwa Anda tidak bisa menjadi segalanya bagi anak. Anda tidak perlu merasa tertekan, sebab bukan berarti anak-anak tidak bisa mendapat kasih sayang yang utuh. Kasih sayang dapat diperoleh anak dari saudara atau orang-orang terdekat, bahkan ayahnya yang masih kerap mengunjunginya.

Parents: Hal Penting Berkaitan Dengan "Single Parent"

Parents: Hal Penting Berkaitan Dengan "Single Parent": Hal Penting Berkaitan Dengan "Single Parent" Single parent,bagi sebagian wanita merupakan momok yang sangat menakutkan.
Semua wanita idealnya tak ada yang mau menjadi single parent. Karena hal itu bukanlah pilihan melainkan satu kondisi yang tidak mudah dihadapi.  Namun, pada akhirnya status itu bisa menimpa siapa saja. Entah itu ibu rumah tangga biasa atau wanita karier yang sedang berada di posisi puncak. Status itu bisa terjadi akibat perceraian, pasangan meninggal dunia, atau suami menghilang tidak jelas keberadaannya. Sayap pun terkepak tinggal sebelah, sedangkan kehidupan terus berjalan. Bila seorang ibu tidak kuat dan kokoh maka anak-anaknya akan menderita dan terpuruk. Siap atau tidak siap, menjadi single mother harus dijalani untuk bisa melanjutkan kehidupan ini.
Single parent adalah gambaran seorang perempuan tangguh. Segala hal berkenaan rumah tangga ditanggung sendiri. Mulai membereskan rumah, mencari nafkah keluarga, dilakoni sendiri . Dalam posisi ini, seorang wanita diharuskan untuk bisa berperan ganda , menjadi Ibu sekaligus Ayah bagi anak-anaknya. Tugas pun semakin besar; yang mengasuh, membesarkan, dan mendidik anak-anak,juga ia harus menjadi tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah . Semua ini bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika dialami kaum perempuan yang manja, kurang tangguh, dan sangat bergantung pada orang lain. Terlebih ketika sebelumnya ia sama sekali tidak terbiasa menjalani kehidupan berat, karena selama ini sudah terpenuhi suaminya ketika masih bersama.
Banyak beban yang ditanggung para single parent ini. Tidak hanya beban materi saja yang harus mereka hadapi, beban sosial pun juga menguji mental mereka. Tak sedikit komentar sumbang yang mereka terima jika mereka tidak pandai-pandai menjaga diri sebagai bentuk ikhtiar dalam berjuang agar fitnah tidak sering mereka hadapi. Perempuan yang masih berstatus lajang saja rawan menimbulkan fitnah. Apalagi mereka yang bersatus ‘pernah menikah’. Harus dipahami bahwa masyarakat kita masih rentan untuk status yang satu ini.
Hal itu terjadi karena banyak diantara masyarakat kita yang tidak bisa memahami tentang bagaimana perasaan dan perjuangan seorang wanita single parent dalam menjalani kehidupannya, belum pernah terbayang jikalau kondisi yang sama akan dialami oleh dirinya, keluarga atau orang-orang terdekatnya. Betapa kondisi ini bukanlah suatu keinginan atau pengharapan, karena fitrah kita sebagai manusia membutuhkan pasangan hidup dan pasti akan memilih untuk memiliki rumah tangga yang utuh, langgeng,  sakinah mawadah warahmah .
Hanya saja, wanita single parent disini tidak termasuk kepada kepada kaum hawa yang memang menjadikan status tersebut sebagai sebuah pilihan hidup. Tulisan ini ditujukan kepada mereka yang benar-benar mendapati kondisi tersebut karena ujian kehidupan. Sebuah posisi yang sama sekali tidak didambakan sebelumnya, namun karena ujian (suami meninggal atau akibat perceraian) datang secara tiba-tiba yang mengharuskan ia harus terus melanjutkan kehidupan.
Jika ujian yang berat ini datang, sejatinya mereka adalah wanita-wanita hebat , karena sudah pasti ujian ini hanya didatangkan kepada wanita-wanita hebat yang mampu melewatinya dengan penuh kesabaran, karena ini bagian episode kehidupan yang harus dijalani dan dihadapi dengan senyuman..
Sekalipun ada wanita yang lebih memilih untuk tidak menikah lagi, terutama kepada mereka yang ditingal suaminya karena meninggal dunia, sungguh juga bukan keputusan yang mudah, tentu keputusan itu sudah dipertimbangkan dengan pertimbangan terbaik, karena bukan suatu hal yang mudah bagi wanita untuk bisa memutuskan untuk  menikah lagi , terutama dalam kaitannya dengan keluarga suami , anak-anak, atau juga lingkungan di sekitarnya. Hanya saja, akan jauh lebih hebat jika di setiap malam wanita hebat itu terus memanjatkan doa kepada Allah SWT dan ihtiyar, agar bisa dipersatukan kembali dalam ikatan suami istri, jika ia berpisah dengan suaminya karena perceraian . atau memohon untuk dipertemukan kembali dengan jodoh pilihan Allah . Terkait dengan hasil, Allah jauh lebih tau mana yang terbaik buat hamba NYa. Sekalipun dia selamanya ditakdirkan menjadi single parent , maka itulah kehidupan terbaik buat dia yang harus disyukuri dan terus menebar kemanfaatan buat keluarganya.
Sekalipun harus sendiri dan mandiri dalam mengarungi samudera kehidupan ini, jangan pernah bersedih dengan kesendirian, jangan pernah meratapi keadaan. Karena predikat baik buruk dimata Alloh bukanlah dari status kita, tapi dari ketaqwaan kita dan sejauh mana kita bisa memberikan kemanfaatan bagi diri dan orang lain .
Kita bisa belajar dari para wanita-wanita hebat dan tangguh yang tercatat dalam sejarah  menjadi single parent dalam menjalani kehidupannya. Bagaimana ketekunan dan kesabaran seorang single parent seperti Ibunda Imam Syafei dapat membesarkan anak yang hafal Al-Quran di usia dini dan menjadi Imam besar sesudah dewasa.  Bagaimana dahsyatnya ketegaran dan perjuangan Ibunda Siti Hajar saat harus berdua dengan Ismail kecil, terpisah dari suaminya dan berada di daerah yang tak berpenghuni, tak tersedia makanan dan minuman.  Bagaimana tingginya kesucian dan kehormatan Ibunda Siti Khodijah saat menyandang single parent dan Alloh menjodohkannya dengan manusia pilihan (Muhammad Rosulullah).  Bagaimana besarnya keteguhan dan kemandirian Ibunda Maryam membesarkan Nabi Isa seorang diri.
Wanita single parent harus pandai membagi waktu, melengkapi statusnya sebagai ayah dan ibu sekaligus. Perannya sebagai ayah, sebagai pemimpin keluarga kecil yang dimilikinya. Kemandirian dalam mengambil keputusan dan membuat kebijakan secara mandiri untuk keluarga kecilnya. Selain itu harus menafkahi kebutuhan hidup dalam keluarganya. Sehingga dalam hal ini ia harus benar-benar jeli dan kreatif , tentu untuk mengawali tgas baru ini tidaklah mudah. Keluarga terdekat  harus sangat aktif berperan dalam membantu meski sekedar untuk bisa membantu mengawali atau memotivasi dan memberikan berbagai macam dukungan hingga akhirnya benar-benar bisa mandiri.
Perannya sebagai ibu, yaitu menjalankan fitrah dan kewajibannya sebagai perempuan, meliputi mengasuh dan membesarkan anaknya, serta hal-hal yang ada dalam rumah. Walaupun dalam kondisi bekerja, tetap harus wajib dan bertanggung jawab dalam mengontrol apa yang terjadi di dalam rumah. Mempersiapkan kemandirian untuk mental si anak juga sangat perlu. Kasih sayang adalah kunci segala-galanya. Memberi pengertian kepada anak pelan-pelan dengan menyesuaikan usianya. Tidak bisa dihindari, anak akan mengalami dampak psikologis yang akan memengaruhi terhadap perilakunya di rumah, sekolah, dan masyarakat. Menumbuhkan kepercayaan dirinya dan meningkatkan rasa nyaman merupakan tugas utama.
Wanita yang sedang dihadapkan pada pilihan menjalani  hidup sebagai ‘Single Parent’, jadilah diri sebagai ‘Single Fighter’ yang dibanggakan oleh buah hati kalian, yang mampu menjaga kehormatan diri dan keluarga, bukan hanya mereka yang mampu menjadi penyejuk hati orang tua, namun orang tua juga harus mampu menjadi penyejuk hati mereka.
Sebuah ungkapan dari Ali Ibnu Thalib berikut ini, sangat baik untuk menumbuhkan motivasi para wanita single parent .
“Bukanlah kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit, karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan menyerah untuk mencoba, maka jangan katakan pada Allah SWT, aku punya masalah, tapi katakan pada masalah aku punya Allah yang maha segalanya” .

Parents: Tips Menghadapi Anak Rewel

Parents: Tips Menghadapi Anak Rewel: Tips Menghadapi Anak Rewel Tak jarang terjadi, si kecil yang berusia batita menjadi begitu rewel. Sampai-sampai dalam melakukan kegia...

Parents: Pentingnya Mengenal 4 Karakter Dasar Manusia

Parents: Pentingnya Mengenal 4 Karakter Dasar Manusia: Pentingnya Mengenal 4 Karakter Dasar Manusia (Menurut Florence Litteur's Personality Plus) Dalam Mendidik Anak Florence Litteur, pe...

Senin, 18 Agustus 2014

GASTROENTERITIS

GASTROENTERITIS

Gastroenteritis gejalanya diare dan muntah, diakibatkan oleh virus juga mungkin diasosiasikan dengan bakteri. gejalanya juga bisa demam,sakit kepala,dan nyeri otot. jika tinja mengandung darah lebih kecil kemungkinan disebabkan oleh virus, lebih besar disebabkan oleh bakteri yang bisa diasosiasikan dengan nyeri perut akut dan bertahan beberapa minggu.

Penularan terjadi karena konsumsi air yang terkontaminasi atau dalam sekelompok memakai benda pribadi bersama-sama. Wilayahnya sedang musim hujan atau musim kemarau. biasanya kualitas airnya memburuk selama musim hujan. atau bisa jadi karena pemberian susu botol yang tidak disterilkan adalh penyebab terbesar skala global.


Penanganannya diberikan terapi rhidrasi oral (ORT), Metoclopramide atau ondansetron untuk pasien anak, Butylscopolamine untuk sakit perutnya.


Makanan


Selama diare harus menghindari makanan yang mengandung gula sederhana. Pisang,nasi,saos apel,roti panggang dan teh tidak direkomendasikan lagi karena tidak mengandung gizi yang cukup dan tidak memiliki manfaat dibandingkan dengan pemberian makanan seperti biasanya. Susu Formula Bebas Laktosa,Beberapa perbiotik terbukti bermanfaat untuk mengurangi lamanya penyakit dan frekuensi buang air besar. Produk susu berfermentasi seperti yogurt juga bermanfaat. suplemen seng tampaknya efektif dalam mengobati dan mencegah diare pada kalangan anak-anak di negara berkembang.